BERPIKIR LIBERAL (Rasional)-BERSIKAP TASAWUF

Mei 26, 2007

BERPIKIR LIBERAL (Rasional) BERSIKAP TASAWUF

Tepat pada tanggal 20 Mei 2007, kira-kira pukul 00:30 WIB saya (Alam) dan para senioran HIMMAH (Himpunan Mahasiswa ALwashliyah) bekumpul disebuah ruangan kecil dan timbullah suatu dialog antar kami sbb: Baca entri selengkapnya »


POSMODERNISME dan “KEBANGKITAN AGAMA”

Mei 25, 2007

Jum’at, 25 Mei 2007

POSMODERNISME dan “KEBANGKITAN AGAMA”

Oleh: Alamsyahruddin Pasaribu

JARIK (Jaringan Islam Kampus)

Medan – Sumatera Utara

            Seperti yang dilukiskan oleh Peter L. Belger bahwa manusia modern  mengalami anomea, yaitu suatu keadaan dimana di setiap individu manusia kehilangan ikatan yang memberikan perasaan aman dan kemantapan dengan sesama manusia lainnya, sehingga menyebabkan kehilangan pengertian yang memberikan petunjuk tentang tujuan dan arti kehidupan di dunia ini (Haedar Nashir, 1997:3). Dari gambaran ini, terlukis bahwa fenomena manusia modren mengalami berbagai penyakit keterasingan (alienasi). Adapun gejala krisis manusia modern yang menyebabkan keterasingan adalah ketidak jelasan terhadap norma-norma kemanusiaan yang oleh Durkheim di sebut kehidupan tanpa acuan norma (normleesnes). Sehingga dari gejala krisis ini menimbulkan masyarakat yang kehilangan keseimbangan. Baca entri selengkapnya »


ALAMSYAHRUDDIN PASARIBU TENTANG PLURALISME AGAMA

Mei 21, 2007

PLURALISME AGAMA : MEMBANGUN SIKAP BERAGAMA DAN APLIKASINYA TERHADAP KERUKUNAN UMAT BERAGAMA 
A.
     Mempertimbangkan Kembali Sikap Beragama Umat Islam
Mengingat kembai persoalan terbentuknya Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1975 bertujuan menghindari sikap saling curiga (mutual distrust) diantra pemerintahan dan umat islam. MUI juga diperuntukkan sebagai wakil umat islam sebagai komunikasi dengan pemeluk agama lain untuk menghindari adanya ketegangan kelompok islam.[1] Pasca-Orba yang demokrasi, para elit agama yang ikut dalam Partai Politik (ParPol) maupun dalam kehidupan masyarakat selalu berprilaku yang tak terpuji dengan melakukan pemaksaan baik secara halus maupun kasar. Misal, memaksa umat untuk mengikuti partai tertentu, menjelek-jelekkan partai lain serta melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain dan sebagainya. Dalam kehidupan bermasyarakat umat melakukan diskriminasi, penjarahan, permusuhan terhadap minoritas. Baca entri selengkapnya »