<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alamsyahruddin Pasaribu</title>
	<atom:link href="http://alamlib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alamlib.wordpress.com</link>
	<description>MEMBANGUN PERADABAN BERAGAMA</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Feb 2008 13:51:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alamlib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ee2f3d33951b368402b425bb60a6a0ea?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alamsyahruddin Pasaribu</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Orientasi Pluralisme Dalam Beragama</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/orientasi-pluralisme-dalam-beragama/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/orientasi-pluralisme-dalam-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 13:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/orientasi-pluralisme-dalam-beragama/</guid>
		<description><![CDATA[(Tanggapan Terhadap Tulisan Alamsyahruddin Pasaribu Tentang “Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragam)Jarik Sumut
Oleh: Ari Kurniawan

Sekarang kita memasuku era modern, diman segala persoalan manusia menjasi lebih komplek. Agama secara normative dan ideal ialah untuk mewujudkan perdamaian bagi kemanusiaan. namun ketika agama ditilik dari historisnya penuh dengan konflik, kebencian, pertikaian dan kekerasan seperti terdapat pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=32&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><font face="Times New Roman">(Tanggapan Terhadap Tulisan Alamsyahruddin Pasaribu Tentang “Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragam)</font></b><b><font face="Times New Roman">Jarik Sumut</font></b></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><b><font face="Times New Roman">Oleh: Ari Kurniawan</font></b></p>
<p><font face="Times New Roman"></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Sekarang kita memasuku era modern, diman segala persoalan manusia menjasi lebih komplek. Agama secara normative dan ideal ialah untuk mewujudkan perdamaian bagi kemanusiaan. namun ketika agama ditilik dari historisnya penuh dengan konflik, kebencian, pertikaian dan kekerasan seperti terdapat pada tulisan Kausar Azhari Noer dengan tema ”<i>Menampilkan Agama Berwajah Ramah</i>” menjadi refleksi kita bersama bahwa agama dijadikan legitimasi untuk sebagaian kelompok yang mengatasnamakan agama yang dianutnya untuk menghancurkan atau bahkan “menghilangkan” eksistensi agama yang tidak sesua dengan yang dipercayainya. Disini tidak dijelaskan secara rinci dari berbagai peperangan atau konflik yang terjadi dulu dan sekarang tetapi ingin mencari jalan tengah dan titik temu atau meminjam istilah Cak Nur dengan <i>“Kalimat Sawa</i>” dari agama-agama dunia (islam, Kristen, yahudi, Hindu dan lain-lain) untuk bisa berkaca bagi masa depan agama masing-masing.</p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">dalam tulisan Alamsyahruddin memang ingin memberikan wacana bahwa <i>claim of truth and salvation</i> adalah tidak mutlak milik sebagian agama (islam). Bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk berfikir dan bertindak atau menurut Huston Smith bahwa keengganan manusia untuk menerima kebenaran dari yang lain adalah karena sikpa menutup diri yang ditimbulkan dari refleksi agnostic atau keengganan untuk tahu tentang kebenaran yang diperkirakan justru akan lebih tinggi nilainya dari apa yang sudah ada pada kita (lihat “Sudirman Tebba, KKP Paramadina “<i>Orientasi Sufistik Cak Nur</i>). Walaupun tekadang agak sulit tapi kita harus bisa membuka diri untuk menerima kebenaran dari agama lain.</p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Telihat bahwa tulisan Alamsyah ingin meng-<i>counter</i> peran MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang telalu berlebihan dalam megeluarkan pendapat bahwa pluralisme adalah haram bagi umat islam. kemudian lagi bahwa fatwa MUI umat agama (islam) memiliki pola pikir “teo-Monolegalistik”, artinya umat islam menyakini bahwa tuhan memberikan legitimasi terhadap satu faham keagamaan.</p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Saya memandang, apa yang dinyatakan saudara Alamsyah tidak jauh berbeda ketiak MUI mengharamkan pluralisme, maksudnya Alamsyah dan MUI sama saja tetap saling mencurigai dan saling tidak percaya. Dalam buku Jalaluddin Rakhmat “Psikologi Komunikasi” dinyatakan “dua pihak yang saling tidak percaya sulit untuk saling bekerjasama”, karena menurut teolog Kristen terkenal Hans Kung “tidak akan ada kedamaian diantara bangsa-bangsa, selama tidak ada kedamaian di antara agama-agama. dan tidak ada damai di antara agama-agama selama tidak ada dialog di antar agama-agama. (lihat “<i>Dialog Kritis &amp; Identitas Agama</i>”, seri DIAN 1/ tahun 1.), maksudnya jika kita ingin membuka lembaran baru bahwa plural itu jalan tengah untuk menuju kedamaian dan kemanusiaan maka kita harus memulai dengan dialog. Dialog disini harus terskop dari mulai intern dan ekstern dari masing-masing agama. Kita tidak bisa damai dan rukun jika masalah intern agama saja kita bisa menyelesaikannya. Misalnya, masalah fiqihisme yang terkadang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan.</p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">yang belum disentuh dari tulisan saudara Alamsyah mungkin tentang bagaimana konsep pluralisme memberikan jawaban ataupun solusi yang praktis untuk mewujudkan harmonisasi dan kerukunan umat beragama? sehingga kemajemukan (pluralis) sebagai “karya Tuhan” menurut Komaruddin Hidayat merupakan sebuah keharusan dan memang ada. Kita tidak bisa memungkiri dan harus yakin jika pluralitas memang ada dan telah mendampingi sisi kehidupan manusia, politik, sosial, budaya dan agama. Dengan plural sebagai unsur penting terciptanya perdamaian dan mengesampingkan fanatisme-egosentrisme.</p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">Kemudian dari tulisan saudara Alamsyah ada pertanyaan yang membutuhkan jawaban bersama yakni <i>apakah sikap toleransi dapat hidup bersama dalam kemajemukan (plural) ? toleransi yang bagaiman ?</i>. Disini saya mencoba menjawab bahwa toleransi masih menjadi satu-satunya tujuan utama dari dialog. setidaknya sarana minimal untuk hidup bersama. Toleransi yang berasal dari kata “tolerare” (Latin) yang berarti: menahan, membiarkan, memelihara, mempertahankan hidup. Dari arti secara bahasa dapat diketahui toleransi untuk memelihara sesuatu supaya tetap hidup, apapun itu dan termasuk disini pluralitas (majemuk) dalam berbagai sisi kehidupan manusia.</p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">tawaran yang memadai ialah dialog. Bentuk dialog baru yang bisa ditekankan disini adalah dialog pro-eksistensi, tokohnya yaitu Hang Kung seorang teolg Kristen Katolik dengan bukunya <i>The Christianity of Word Religion </i>menyatakan dengan dialog pro-eksistensi kita tidak sekedar mengumpulkan unsur-unsur persamaan doktriner, tradisi, semangat dan sebagainya, tetapi juga unsur-unsur yang meliputi perbedaan bahkan mengandung potensi untuk konflik. Maksudnya, Kung memberikan tantangan bagi umat beragama untuk mengenal agama lain tanpa prasangka, tetapi juga mengenal agamanya sendiri secara kritis lewat agama-agama lain.</p>
<p>Jadi rumusan dialog untuk memperoleh sikap toleransi dalam kemajemukan harus dimulai dengan kata sepakat dialog. Karena dialog merupakan percakapan atau komunikasi antara dua fihak yang berdeda satu sama lain, maka pelu dirumuskan unsur-unsurnya, antara lain: keterbukaan, sikap kritis, dan upaya untuk mendengar, saling belajar dan memahami orang lain secara lebih mendalam. Agama untuk manusia atau meminjam istilah Kautsar Azhari Noer dengan “agama humanis”, harus ditekankan bersama bahwa dialog bukan dimaksudkan untuk mencari kebenaran mutlak ataupun absolutisme kelompok tapi mencari titik temu dari persoalan agama untuk manusia. </font> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=32&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/orientasi-pluralisme-dalam-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragama</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/pluralisme-membangun-sikap-beragama-dalam-kerukunan-umat-beragama/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/pluralisme-membangun-sikap-beragama-dalam-kerukunan-umat-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 13:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/pluralisme-membangun-sikap-beragama-dalam-kerukunan-umat-beragama/</guid>
		<description><![CDATA[(Sebuah Masukan Terhadap Tulisan Saudara Alamsyahruddin Pasaribu)JarIK Sumut
Oleh: Rudi Hartono
Tulisan ini sengaja saya tujukan kepada saudara Alamsyahruddin Pasaribu yang cukup semangat dan brilian dalam tulisannya mengenai “Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragama”. Dimana dalam tulisan beliau mencoba membahas sebuah konsep Pluralisme yang kiranya dapat menumbuhkan sikap beragama dalam kerukunan umat beragama.
            Sebenarnya berbicara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=31&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><font face="Times New Roman">(Sebuah Masukan Terhadap Tulisan Saudara Alamsyahruddin Pasaribu)</font></b><b><font face="Times New Roman">JarIK Sumut</font></b></p>
<p align="justify" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><b><font face="Times New Roman">Oleh: Rudi Hartono</font></b></p>
<p align="justify" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tulisan ini sengaja saya tujukan kepada saudara Alamsyahruddin Pasaribu yang cukup semangat dan brilian dalam tulisannya mengenai “<i>Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragama”. </i>Dimana dalam tulisan beliau mencoba membahas sebuah konsep Pluralisme yang kiranya dapat menumbuhkan sikap beragama dalam kerukunan umat beragama.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>            </span>Sebenarnya berbicara tentang konsep pluralisme, sama halnya membicarakan tentang sebuah konsep ‘kemajemukan atau keberagaman”, dimana jikalau kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwasanya pluralisme itu merupakan suatu “kondisi masyarakat yang majemuk”. (Lihat Budy Munawar Rahcman dalam <i>Islam Pluralisme</i>). Kemajemukan disini dapat berarti kemajemukan dalam beragama, sosial dan budaya. namun yang sering menjadi issu terhangat berada pada kemajemukan beragama. Pada prinsipnya, konsep pluralisme ini timbul setelah adanya konsep toleransi. jadi ketika setiap individu mengaplikasikan konsep toleransi terhadap individu lainnya maka lahirlah pluralisme itu. Maka pertanyaan yang timbul sebagai bias dari statement diatas adalah <i>apakah masyarakat telebih khusus yang ada di Negara </i><i>Indonesia</i><i> ini sudah menerapkan konsep toleransi dan konsep Pluralisme yang merata?</i></font></p>
<p align="justify" style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><i><span>            </span></i>Maka dari itu di dalam tulisan saudara Alam, yang harus diperhatikan dalam tulisan ini menurut hemat saya adalah hendaknya penulis harus memberikan informasi sedikit mengenai konsep toleransi yang benar yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku (undang-undang) dan jikalau bisa hendaknya penulis juga menukilkan tentang konsep pluralisme seperti apa yang harus diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan khususnya dalam hidup bermasyarakat.</font></p>
<p align="justify" style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>kemudian juga, saya merasa bangga kepada saudara Alamsyahruddin karena sudah bersusah payah dalam menyelesaikan tulisannya, dimana dalam konsep <i>pluralisme</i>-lah Negara atau bangsa (Indonesia) yang beraneka ragam ini mulai dari suku, agama, ras, dan golongan dapat menjadi rukun dan damai. karena jikalau kita tidak menerapkan konsep pluralisme ini kedalam suatu Negara telebih khusus dalam aspek keagamaan maka Negara ini akan hancur dikarenakan perpecahan atau perbedaan pandangan.</font></p>
<p align="justify" style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Arthu J.D. Amo yang dikutip Budy Munawar Racman dalam bukunya “<i>Islam Pluralisme</i>” menjelaskan bahwa salah satu penyebab timbulnya konflik ditubuh umat yang beragama adalah karena ketidak keritisan berfikir dalam beragama atau dalam istilah trendnya dapat disebut dengan “<b>Religion’s way of knowing</b>” ketidak keritisan ini pada awalnya adalah dikarenakan: </font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">
<div align="justify"><font face="Times New Roman">Adanya standart yang tinggi mengenai bahwa kitab suci dan agamanyalah yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya.</font></div>
</li>
<li class="MsoNormal">
<div align="justify"><font face="Times New Roman">Bersifat konsisten dan berisi kebenaran-kebenaran tanpa kesalahan sama sekali</font></div>
</li>
<li class="MsoNormal">
<div align="justify"><font face="Times New Roman">Bersifat lengkap dan final dan karena itu memang tidak diperlukan kebenaran dari agama lain</font></div>
</li>
<li class="MsoNormal">
<div align="justify"><font face="Times New Roman">Kebenaran agamnya sendiri dianggap merupakan satu-satunya jalan keselamatan, pencerahan atau pembebasan</font></div>
</li>
<li class="MsoNormal">
<div align="justify"><font face="Times New Roman">Seluruh kebenaran itu diyakini original dari Tuhan</font></div>
</li>
</ol>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=31&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2008/02/03/pluralisme-membangun-sikap-beragama-dalam-kerukunan-umat-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran Jubir</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2008/01/23/aliran-jubir/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2008/01/23/aliran-jubir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 11:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2008/01/23/aliran-jubir/</guid>
		<description><![CDATA[Medan (sumatera utara), tepatnya di Belawan muncul aliran baru yang disebut dengan Aliran Jubir. Disebut Jubir karena pemimpin aliran ini namanya Jubir. Menurut informasi, jumlah pengikut aliran tersebut mencapai 40 orang. Aliran ini sudah berkembang sekitar dua tahun dan berpusat di Kelurahan Bagan Deli, tepatnya dipinggir jalan menuju UTPK (Unit Terminal Peti Kemas) Pelabuhan Belawan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=30&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Medan (sumatera utara), tepatnya di Belawan muncul aliran baru yang disebut dengan <i>Aliran Jubir</i>. Disebut Jubir karena pemimpin aliran ini namanya Jubir. Menurut informasi, jumlah pengikut aliran tersebut mencapai 40 orang. Aliran ini sudah berkembang sekitar dua tahun dan berpusat di Kelurahan Bagan Deli, tepatnya dipinggir jalan menuju UTPK (Unit Terminal Peti Kemas) Pelabuhan Belawan. Markas kelompok itu terbuat dari triplek dan berwarna hijau. Saat ini pondok itu diberi <i>police line</i>. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><span>            </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><span></span>Aliran Jubir diduga telah mengajarkan faham sesat, karena telah mengubah dan mengganti kalimat syahadat dengan memasukkan namanya (Jubir). Diduga lafadz syahadat diubah pada kalimat kedua setelah <i>Asyhaduallaailaha ilalallah</i>, yaitu <i>Asyhaduannamuhammadarrosulullah</i> diganti menjadi <i>Ashaduannajubirrasulullah</i>.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><span>         </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Di Desa Bagan Deli (Gabion) Belawan, Deli Serdang, Senin (21/1) sekitar pukul 22.00 Wib, warga dan pengikut aliran Jubir<span>  </span>bentrok, akibatnya puluhan orang luka-luka. Bentrokan terjadi disebabkan warga berusaha membubarkan aliran jubir, karena merasa resah dan khawatir fahamnya akan menyebar kemasyarakat lain.<i> Untuk lebih lengkapnya baca Sumut Pos (Selasa 22 Januari 2008, no. 108 tahun VII)</i></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=30&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2008/01/23/aliran-jubir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Yang &#8220;Aneh&#8221;</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/12/23/umat-islam-yang-aneh/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/12/23/umat-islam-yang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 14:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN ALAMSYAHRUDDIN PASARIBU (CAP)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/12/23/umat-islam-yang-aneh/</guid>
		<description><![CDATA[            Apa yang sedang terjadi di dalam diri umat islam Indonesia, akhir-akhir ini umat islam kembali digoncangkan oleh kalangannya sendiri, yang katanya sesat dan menyesatkan. Sehingga MUI bersama kawan-kawannya memperjuangkan apa yang mereka yakini bahwa yang dianggap mereka sesat pasti akan selalu sesat tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=29&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Century;"><span>            </span>Apa yang sedang terjadi di dalam diri umat islam </span><span style="font-family:Century;">Indonesia</span><span style="font-family:Century;">, akhir-akhir ini umat islam kembali digoncangkan oleh kalangannya sendiri, yang katanya sesat dan menyesatkan. Sehingga MUI bersama kawan-kawannya memperjuangkan apa yang mereka yakini bahwa yang dianggap mereka sesat pasti akan selalu sesat tidak ada ruang bagi mereka yang lain untuk mentransferkan dan mengimplementasikan ajarannya terhadap kehidupan individu dan masyarakat. Itulah salah satu keanehan umat islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Century;"><span>            </span>Kedua, masalah Tuhan, Tuhan kalau kita artikan banyak definisinya. Menurut si A dan si B, berbeda mendefinisikan Tuhan, apa itu Tuhan, bagaimana itu Tuhan dan sebagainya. Nah, umat islam kalau Tuhan dalam definisi berbeda mereka terus mengatakan bahwa dia telah keluar dari islam, padahal sama-sama islam, tetapi kok bertengkar masalah Tuhan, apakah Tuhan menjadi masalah bagi manusia atau manusia yang mempermasalahkan Tuhan. Bukan itu yang ingin saya sampaikan. Yang ingin saya katakan bahwa manusia atau umat islam mencoba-coba mendefinisikan Tuhan, mengetahui kehendak Tuhan, mengerti Tuhan (sesat dan menyesatkan), seolah-olah Tuhan itu telah dikukungnya di dalam benaknya, Tuhan didalam ruangannya dan didalam waktunya, kapan dia berkeinginan maka sudah waktu dan tempatnya dia mengatakan sesat atau kafir. Apakah seperti itu, saya tidak tahu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Century;"><span>            </span>Umat islam itu memang aneh, mencoba-coba mengetahui kehendak Tuhan denga kapasitas manusia, sedangkan Tuhan diluar kapasitas manusia. Mencoba-coba membatasi ruang gerak Tuhan sedangkan Tuhan itu tidak dapat dibatasi. Umat islam yang aneh, memang manusia memiliki akal tetapi akal manusia itu mempunyai keterbatasan tetapi mengapa umat islam tidak sadar akan keterbatasannya mencoba membatas-batasi tuhan dengan akal yang terbatas, inikan aneh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Century;"><span>            </span>Ketiga, masalah manusia, umat islam memang<span>  </span>memiliki konsep tentang bagaimana megatur manusia dengan manusia yang lain atau disebut (hablu minannas), saya yakin itu. Tetapi mengapa kita bertengkar ketika kita berbeda tentang cara pandang kita terhadap mansia dan cara pengaturan manusia dengan manusia lain. Kita tidak munafikan tentang fenomena di </span><span style="font-family:Century;">Indonesia</span><span style="font-family:Century;">, ada umat islam yang ingin menegakkan konsep keislaman kaffah, seperti ekonomi islam, politik islam, Negara islam dan lain-lain, sepertinya islam sudah menjadi candu di dalam masyarakat islam </span><span style="font-family:Century;">Indonesia</span><span style="font-family:Century;"> itu sendiri. Sehingga kalau tidak ada label islam mereka anggap tidak dari islam dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Ukurannya hanya label keislaman. Saya ingin mengatakan bahwa, perbedaan kita adalah tentang penggalian di dalam Al-qur’an dan ini adalah masalah memahami teks (tafsir). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Century;"><span>            </span>Jangan-jangan akupun akan dianggap sesat, tapi biarlah akan aku serahkan kepada Tuhan secara pasrah.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=29&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/12/23/umat-islam-yang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dawam Rahardjo: demi Toleransi dan Pluralisme</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/12/dawam-rahardjo-demi-toleransi-dan-pluralisme/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/12/dawam-rahardjo-demi-toleransi-dan-pluralisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 06:43:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/07/12/dawam-rahardjo-demi-toleransi-dan-pluralisme/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Saidiman
Prof Dr Dawam Rahardjo genap berusia 65 tahun pada 20 April 2007. Ulang tahun itu dirayakan oleh kawan-kawan dan murid-muridnya pada tanggal 4 Mei 2007 di Auditorium Universitas Paramadina. Mas Dawam (panggilan akrabnya) adalah satu dari beberapa intelektual muslim awal (sejak tahun 1960-an) yang sangat intens memperjuangkan ide-ide kebebasan dan pluralisme di Indonesia.
Beberapa yang lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=14&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Oleh<br />
Saidiman</p>
<p align="justify">Prof Dr Dawam Rahardjo genap berusia 65 tahun pada 20 April 2007. Ulang tahun itu dirayakan oleh kawan-kawan dan murid-muridnya pada tanggal 4 Mei 2007 di Auditorium Universitas Paramadina. Mas Dawam (panggilan akrabnya) adalah satu dari beberapa intelektual muslim awal (sejak tahun 1960-an) yang sangat intens memperjuangkan ide-ide kebebasan dan pluralisme di Indonesia.<br />
Beberapa yang lain adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Djohan Effendi. Sementara yang lain telah lebih dulu meninggal, seperti Nurcholish Madjid dan Ahmad Wahib.<br />
Mereka inilah yang bisa disebut sebagai pembuka jalan bagi gagasan kebebasan dan pluralisme yang sekarang banyak berkembang di kalangan pemikir-pemikir muda Islam. Para pemikir yang sezaman dengan mereka juga banyak yang telah mengusung gagasan itu, namun fokus bahasan mereka tidak dalam konteks keislaman, terutama dalam tataran normatif-teologis, tetapi pada aspek yang lebih umum terkait dengan persoalan kebangsaan.<br />
Pada perayaan ulang tahun itu juga sekaligus diluncurkan sebuah buku, Demi Toleransi, Demi Pluralisme, yang berisi kumpulan tulisan 31 tokoh yang berasal dari kalangan intelektual, pe77tinggi partai, agamawan, aktivis LSM, dan lain-lain yang semuanya adalah teman dan murid Dawam.<br />
Beragam tema dan latar belakang penulisnya memperlihatkan betapa Dawam merambah beragam isu sepanjang karier intelektualnya. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ini tidak hanya mahir menganalisa ekonomi, tapi juga sangat piawai bicara Islam, pluralisme, sosiologi, antropologi, filsafat, sastra, feminisme, studi perdamaian, dan lain-lain. Dawam bahkan bisa disebut sebagai perintis perkembangan beberapa teori ilmu sosial di Indonesia, seperti memperkenalkan teori dependensia dan studi perdamaian.</p>
<p align="justify"><span id="more-14"></span>Infrastruktur Intelektualisme<br />
Tak bisa disangkal, Dawam memberikan sumbangan paling besar dalam membangun infrastruktur intelektualisme Indonesia. Dawam adalah satu di antara segelintir orang Indonesia yang merintis pembangunan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sampai saat ini menjadi pusat-pusat aktualisasi para intelektual Indonesia.<br />
Dawam telah membangun dan mendirikan sejumlah LSM ternama yang menjadi pusat kegiatan intelektual, seperti LP3ES, Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), P3M, Paramadina, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan menjadi petinggi Muhammadiyah.<br />
Dawam juga mengomandoi kelahiran dua jurnal terbesar yang pernah ada di Indonesia, yaitu Prisma (LP3ES) dan Ulumul Qur’an (LSAF). Lembaga-lembaga ini kemudian melahirkan tokoh-tokoh intelektual termuka Indonesia, yang sebagian besarnya mengaku sebagai murid dan teman Dawam Rahardjo.<br />
Merekalah yang kemudian mengisi hampir semua debat pemikiran dan intelektual Indonesia sepanjang tahun 1990-an sampai sekarang. Sebagian dari mereka menjadi guru besar dan doktor di pelbagai bidang kajian.<br />
Sebagai intelektual yang sekaligus aktivis, Dawam tampak tidak pernah bisa diam terhadap fenomena sosial yang terjadi di Indonesia. Dawam menjadi tipikal intelektual yang selalu kukuh di satu sudut pendirian dan keyakinan tertentu. Dawam bahkan tak segan-segan mengambil posisi yang tidak populer sejauh itu tidak bertentangan dengan keyakinannya.<br />
Pada masa mahasiswa, tahun 1960an, ketika kebijakan politik nasional di bawah Soekarno meminggirkan “Islam,” Dawam bersama beberapa temannya mengambil posisi tegas membela kepentingan kelompok Islam yang saat itu marginal. Dawam tanpa sungkan muncul sebagai aktivis dan pemikir muda Islam yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang saat itu terancam oleh provokasi politik Partai Komunis Indonesia (PKI). Akhir tahun 1960-an, ketika kekuatan Orde Lama (PNI dan PKI) dimusuhi, Dawam dan kawan-kawannya tak segan-segan memberi dukungan terhadap penyelesaian tragedi pembantaian anggota PKI di seluruh Indonesia.<br />
Pada saat itu pula, Dawam semakin kritis terhadap HMI yang mulai menunjukkan tanda-tanda sektarian dan politis. Ketika masuk ke jajaran kepengurusan Muhammadiyah, Dawam kembali menunjukkan sikap kritisnya terhadap semua persoalan yang ia anggap tidak tepat.</p>
<p align="justify">Dicoret dari Posisi<br />
Beberapa tahun terakhir, ketika bangsa Indonesia sedang berada dalam euforia demokrasi dan kebebasan, beberapa kelompok masyarakat, dengan mengatasnamakan kebebasan, mencoba melakukan represi terhadap kelompok yang lain. Mayoritarianisme menjadi ancaman bagi kaum minoritas.<br />
Dawam, di usia yang tidak muda lagi, tampil sebagai pembela kebebasan yang sangat gigih. Dawam bahkan tak segan-segan melakukan demonstrasi dan pembelaan terhadap pelbagai kasus yang menimpa kaum minoritas.<br />
Di antara kelompok-kelompok yang mendapat advokasi langsung dari Dawam Rahardjo akibat diskriminasi yang mereka terima adalah Jamaah Lia Eden, Jamaah Ahmadiyah, kalangan Syi’ah, Jaringan Islam Liberal, kalangan Kristen dan Katolik yang dihancurkan gerejanya, dan kelompok minoritas lainnya.<br />
Tak ayal, pembelaan Dawam ini menempatkannya sebagai tokoh yang banyak dimusuhi oleh kalangan mayoritas. Dengan pertimbangan itu pula, Dawam dicoret dari posisi pimpinan Muhammadiyah (organisasi masyarakat terbesar kedua di Indonesia).<br />
Posisi Dawam ini berlandaskan kepada prinsip pluralisme nilai. Bagi Dawam, kebenaran tidak bisa dimonopoli oleh satu pihak, melainkan tersebar di banyak tempat. Setiap orang dan kelompok memiliki hak atas klaim kebenaran. Kebenaran tidak tunggal, tetapi banyak.<br />
Universalisme kebenaran kerapkali menjadi dasar bagi munculnya sikap dan prilaku otoritarian. Prinsip kebebasan yang diperjuangkan oleh Dawam juga tidak dalam pengertian universalisme, melainkan pluralisme.<br />
Kebebasan ala universalis mengandaikan bahwa kebebasan harus diperjuangkan meski harus menindas kebebasan orang lain. Menyerang negara orang lain dengan alasan penyebarluasan kebebasan tidak bisa diterima. Semua orang memiliki kebebasan untuk hidup, bahkan mereka yang menginginkan belenggu sekalipun harus diberikan kebebasan untuk melakukan apa yang ia inginkan.<br />
Jikapun kaum pluralis mengklaim universalisme, universalisme yang dimaksud adalah sesuatu yang isinya adalah keragaman. Pengakuan terhadap keragaman atau ketidaksamaan itulah yang universal, bukan nilai kehidupan tertentu.<br />
Itulah sebabnya, Dawam bisa mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan pendapat kalangan Ahmadiyah dan Lia Eden, tapi ia berdiri paling depan membela kepentingan mereka, bahkan menjadi salah satu tokoh nasional pertama yang bersedia berdialog dengan mereka.<br />
Apa yang dilakukan oleh Dawam adalah sesuatu yang ideal bagi bangsa Indonesia yang memang plural. Sayang, orang seperti Dawam tidak banyak yang bisa dijumpai. Selamat ulang tahun Mas Dawam.</p>
<p align="justify">Penulis adalah peneliti Forum Muda Paramadina.</p>
<p align="justify">posted from: <a href="http://www.sinarharapan.co.id/">http://www.sinarharapan.co.id</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=14&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/12/dawam-rahardjo-demi-toleransi-dan-pluralisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RENUNGAN: MENGAPA DAN UNTUK APA?</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/05/renungan-mengapa-dan-untuk-apa/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/05/renungan-mengapa-dan-untuk-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 12:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN ALAMSYAHRUDDIN PASARIBU (CAP)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/07/05/renungan-mengapa-dan-untuk-apa/</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari pernyataan seorang teman yang mengatakan bahwa segala sesuatu dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Tapi menurut saya tidak semua hal dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan, mungkin karena keterbatasan akal manusia. Contohnya tentang kehidupan disyurga. Katanya syurgalah tempat kehidupan kekal. Namun kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita disyurga apakah kita tetap melaksanakan sholat atau tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=11&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font color="#ff0000" face="Times New Roman">Berawal dari pernyataan seorang teman yang mengatakan bahwa segala sesuatu dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Tapi menurut saya tidak semua hal dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan, mungkin karena keterbatasan akal manusia. Contohnya tentang kehidupan disyurga. Katanya syurgalah tempat kehidupan kekal. Namun kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita disyurga apakah kita tetap melaksanakan sholat atau tidak, sebab bukankah didalam al-qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan? Jika disyurga nanti kita tidak mau sholat, bagaimana? Apakah amal perbuatan kita disyurga nanti akan diperhitungkan?</font></p>
<p align="justify" style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><font><font color="#ff0000"><span>            </span>Contoh lain adalah tentang Tuhan. Kita bias membuktikan adanya Tuhan yaitu lewat penciptan-Nya. Namun, timbul pertanyaan dibenak saya: mengapa mengapa ada dan untuk apa ada Tuhan? Sampai saat ini, saya belum menemukan jawabannya. Jika tidak ada penciptaan-Nya apakah Tuhan tetap ada? Beberapa orang yang telah saya Tanya menjawab bahwa: walaupun tidak ada yang diciptakan Tuhan, Tuhan tetap ada. Lalu saya bertanya lagi, jika Tuhan ada walaupun tanpa penciptaan maka mengapa ada Tuhan atau untuk apa ada Tuhan?</font></font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=11&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/05/renungan-mengapa-dan-untuk-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAHKAH AKU</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/salahkah-aku/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/salahkah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 13:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sajak-sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/salahkah-aku/</guid>
		<description><![CDATA[di sore hari
langit yang mendung
dingin, menusuk tulang-tulangku
di dalam lamunan ku
aku tersentakkan
 dengan suara lirih
penuh dengan kesesalan 
dan kepedihan
aku yang tak memiliki apa-apa
aku hanya memiliki sebongkah kebodohan
yang menutupi otak ku
entahlah&#8230;
 mungkin itu hanya perasaanku
dan kelalaian ku
terkadang aku berpikir
apakah aku dalam hidupku
dan kehidupan ku
hanya mencari sebuah kebenaran
apakah kebenaran yang ku cari
hanyalah sebuah kebohongan 
yang belum terungkap
terkadang aku berpikir
apakah aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=9&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><address>di sore hari</address>
<address>langit yang mendung</address>
<address>dingin, menusuk tulang-tulangku</address>
<address>di dalam lamunan ku</address>
<address>aku tersentakkan</address>
<address> dengan suara lirih</address>
<address>penuh dengan kesesalan </address>
<address>dan kepedihan</address>
<address>aku yang tak memiliki apa-apa</address>
<address>aku hanya memiliki sebongkah kebodohan</address>
<address>yang menutupi otak ku</address>
<address>entahlah&#8230;</address>
<address> mungkin itu hanya perasaanku</address>
<address>dan kelalaian ku</address>
<address>terkadang aku berpikir</address>
<address>apakah aku dalam hidupku</address>
<address>dan kehidupan ku</address>
<address>hanya mencari sebuah kebenaran</address>
<address>apakah kebenaran yang ku cari</address>
<address>hanyalah sebuah kebohongan </address>
<address>yang belum terungkap</address>
<address>terkadang aku berpikir</address>
<address>apakah aku telah menghancurkan agama ku</address>
<address>atau membela agama ku</address>
<address>salahkah aku&#8230;</address>
<address>berpikir tentang agama ku</address>
<address>salahkah aku&#8230;</address>
<address>berpikir beda dengan semua orang</address>
<address>itulah aku</address>
<address>aku selalu berpikir</address>
<address>aku : hidup dalam berpikir</address>
<address>02 juli 2007</address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<blockquote></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=9&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/salahkah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH RENUNGAN IMPIAN</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/sebuah-renungan-impian/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/sebuah-renungan-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 13:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sajak-sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/sebuah-renungan-impian/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan ku
entah apa yang ku jalani
Dalam kehidupan ku
hidup tanpa tujuan
                                   Dalam pencarian ku
                                   sungguh sangat melelahkan
                                  aku seperti mencari 
                                  sebuah kebenaran yang tercecer
                                dari pikiran-pikiran interelaktual
Aku hanya bisa berteriak
dalam kesunyian
aku hanya mampu berbicara
dalam diriku sendiri


                                  Aku merasakan kegonjangan pemikiran
                                  mencari dan berjalan
                                dalam pergolakan pemikiran


haruskah aku berdiam diri
apakah aku hanya bisa melihat zaman
apakah aku hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=8&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><address>Dalam perjalanan ku</address>
<address>entah apa yang ku jalani</address>
<address>Dalam kehidupan ku</address>
<address>hidup tanpa tujuan</address>
<address>                                   Dalam pencarian ku</address>
<address>                                   sungguh sangat melelahkan</address>
<address>                                  aku seperti mencari </address>
<address>                                  sebuah kebenaran yang tercecer</address>
<address>                                dari pikiran-pikiran interelaktual</address>
<address>Aku hanya bisa berteriak</address>
<address>dalam kesunyian</address>
<address>aku hanya mampu berbicara</address>
<address>dalam diriku sendiri</address>
<address></address>
<address></address>
<address>                                  Aku merasakan kegonjangan pemikiran</address>
<address>                                  mencari dan berjalan</address>
<address>                                dalam pergolakan pemikiran</address>
<address></address>
<address></address>
<address>haruskah aku berdiam diri</address>
<address>apakah aku hanya bisa melihat zaman</address>
<address>apakah aku hanya ikut dan</address>
<address>menuruti perjalanan zaman</address>
<address></address>
<address></address>
<address>                              oh&#8230; tidak kalau aku</address>
<address>                             hanya bisa fakum dalam </address>
<address>                            pemikiran dan keilmuan</address>
<address>                           inilah hidupku tanpa tujuan</address>
<address>                          inilah hidupku tanpa mempunyai makna</address>
<address>                        yang takmampu menghiasi zaman</address>
<address></address>
<address></address>
<address>aku harus mampu berteriak</address>
<address>dalam keramaian</address>
<address>dimana tempatnya orang-orang</address>
<address>intelektual berbicara</address>
<address></address>
<address></address>
<address>                     aku harus mampu membaca zaman</address>
<address>                    agar sebuah kekecewaan </address>
<address>                    dapat aku redam</address>
<address></address>
<address></address>
<address>tapi, perjalanan masih panjang</address>
<address>aku harus tetap bersabar</address>
<address>untuk meraih yang aku inginkan</address>
<address>inilah sebuah renungan impian</address>
<address></address>
<address></address>
<address>02 juli 2007</address>
<blockquote><address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
</blockquote>
<pre> </pre>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=8&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/sebuah-renungan-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Memeluk&#8221; Agama atau &#8220;Dipeluk&#8221; Agama</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/memeluk-agama-atau-dipeluk-agama/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/memeluk-agama-atau-dipeluk-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 12:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN ALAMSYAHRUDDIN PASARIBU (CAP)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/memeluk-agama-atau-dipeluk-agama/</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang saya berpikir dan mempertanyakan sikap keberagamaan sendiri, apakah saya sudah menghayati dan memahami tentang agama saya (islam) atau saya terhayati oleh pemahaman orang lain tentang islam. Atau bagaimana sikap keberagamaan saya apakah secara kreatif-inovatif atau pasif dan stagnatif. dengan kata lain apakah saya telah mampu memberikan warna dalam kehidupanku tentang agama saya sendiri, sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=7&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Terkadang saya berpikir dan mempertanyakan sikap keberagamaan sendiri, apakah saya sudah menghayati dan memahami tentang agama saya (islam) atau saya terhayati oleh pemahaman orang lain tentang islam. Atau bagaimana sikap keberagamaan saya apakah secara kreatif-inovatif atau pasif dan stagnatif. dengan kata lain apakah saya telah mampu memberikan warna dalam kehidupanku tentang agama saya sendiri, sehingga saya memiliki persepsi sendiri tentang agama saya sendir atau saya telah diwarnai oleh orang lain tentang pemahamannya tentang agama islam, sehingga saya terpengaruh terhadap pemahamannya yang pada akhirnya saya bersikap taqlid buta terhadap agama islam sendiri-seperti yang dipahami oleh orang lain. kalau seperti inilah sikap beragama saya(taqlid buta) maka saya telah &#8220;dipeluk&#8221; oleh agama, karena saya tak mampu bebas dalam memberikan warna kehidupan.</p>
<p align="justify">saya harus memilih apakah saya &#8220;memeluk&#8221; agama atau &#8220;dipeluk&#8221; oleh agama?. oh&#8230;.tidak saya harus &#8220;memeluk&#8221; agama untuk itu berikan saya kebebasan dalam memahami agama saya sendiri, saya harus mampu memberikan warna kehidupan pada agama sehingga saya dapat menghayati dan memahami makna beragama. itulah makna hidup saya dalam beragama.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=7&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/07/02/memeluk-agama-atau-dipeluk-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEGELISAHAN : GEJALA KETAKUTAN TERHADAP AGAMA</title>
		<link>http://alamlib.wordpress.com/2007/05/30/kegelisahanl-gejala-ketakutan-terhadap-agama/</link>
		<comments>http://alamlib.wordpress.com/2007/05/30/kegelisahanl-gejala-ketakutan-terhadap-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 10:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamlib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamlib.wordpress.com/2007/05/30/kegelisahanl-gejala-ketakutan-terhadap-agama/</guid>
		<description><![CDATA[Saya manusia yang mengakui dan percaya adanya Tuhan, karena tidak ada sesuatu apapun tanpa ada Penciptanya. Lalu saya ingin mencari bagaimana cara bersikap kepada Tuhan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Kemudian saya mendapatkan informasi bahwa agamalah solusinya yang akan mengajarkan itu semua. Namun, saya melihat suatu kejadian bahwa ketika seseorang atau saya masuk ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=6&subd=alamlib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Saya manusia yang mengakui dan percaya adanya Tuhan, karena tidak ada sesuatu apapun tanpa ada Penciptanya. Lalu saya ingin mencari bagaimana cara bersikap kepada Tuhan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Kemudian saya mendapatkan informasi bahwa agamalah solusinya yang akan mengajarkan itu semua. Namun, saya melihat suatu kejadian bahwa ketika seseorang atau saya masuk ke agama Kristen atau budha, atau hindu atau “yang lainnya” maka sebagian umat Islam menganggap kristen itu tidak benar dan sebaliknya ketika saya masuk agama Islam maka sebagian umat agama-agama lainpun menganggap bahwa agama Islam tidak benar.<span id="more-6"></span></p>
<p align="justify">Saya bingung dan heran dengan keadaan ini. Di beberapa tempat terjadi perang baik antar-agama ataupun intra-agama. Misal saya islam, saya di jahui, di perangi, di musuhi oleh sebagian umat yang beragama selain islam dan demikian juga ketika saya beragama Kristen, atau Budha, atau Hindu atau “yang lain”nya saya akan di musuhi, di diskriminasi, di perangi oleh sebagian umat yang beragama Islam. Lalu saya bertanya: saya harus beragama apa agar saya memperoleh kedamaian, ketenangan, kebahagian, dan hidup berdampingan sesama manusia dengan cinta kasih tanpa membedakan status keagamaannya?.</p>
<p align="justify">Orang yang beragama Islam yakin bahwa mereka menyembah Tuhan, Kristen yakin bahwa mereka juga menyembah Tuhan demikin juga dengan agama Budha dan Hindu juga yakin bahwa mereka menyembah Tuhan. Kalau demikian, mengapa kita harus gontok-gontokan  , <em>toh</em> sama-sama menyembah Tuhan.</p>
<p align="justify">Lalu ada teman yang mengatakan pada saya bahwa Tuhan Islam tidak sama dengan Tuhan Kristen, Tuhan Kristen tidak sama dengan Tuhan Hindu atau Budha, Tuhan Budha atau Hindu tidak sama dengan Tuhan Islam. Mendengar itu saya berfikir, jika demikianlah pikiran orang-orang yang beragama berarti mereka itu munafik. Karena menurut setiap agama Tuhan itu Esa atau Tuhan itu satu yang berarti Tuhan adalah Tuhan seluruh umat manusia yang menciptakan seluruh alam dan isinya. Kalaulah Tuhan setiap agama itu beda maka artinya masing-masing “Tuhan” akan menciptakan sesuai dengan bagian-bagian-Nya. Misal, “Tuhan” Islam akan menciptakan manusia yang beragama Islam, “Tuhan” Kristen akan menciptakan manusia yang beragama Kristen dan demikian juga dengan “Tuhan” Budha, Hindu dan lain-lain. kalau begitu “Tuhan” siapa yang menciptakan pohon-pohon, binatang, planet, gunung, lautan, danau dan benda-benda lainnya? ah…. saya jadi ragu untuk menganut agama-agama tersebut. Teman saya kebetulan adalah agama Islam dan dia menunjukkan satu ayat “<em>…sesungguhnya agama disisi Tuhan adalah Islam” </em>(QS.3:19). Saya kemudian bertanya apakah arti sebenar islam dalam ayat itu?.</p>
<p align="justify">Lalu saya mengkaji lebih dalam lagi maksud dari ayat tersebut. Setelah saya membaca berbagai sumber dapat saya simpulkan :</p>
<p align="justify">menurut saya ada dua arti dalam kata islam ini, yang pertama, suatu kepasrahan diri kepada Tuhan menuju jalan keselamatan. Yang kedua, melihat dari pengotakan-pengotakan agama-agama yang ada berarti islam itu adalah seperti suatu lembaga, atau organisasi yang bergerak dalam bidang pencapaian atau pendekatan diri kepada Tuhan (Tuhan masing-masing agama). </p>
<p align="justify">Dapat ditelaah:</p>
<p align="justify">Dari kasus pertama, maka yang dinamakan Islam itu adalah orang-orang yang berpasrah diri kepada Pencipta alam dan seluruh umat manusia demi menuju keselamatan dan kedamaiannya. Maka orang yang patut dikatan Islam itu adalah orang yang demikian, diluar yang demikian bukanlah Islam. Dantidak terpungkiri juga jika kaum nasrani atau kristen, kaum Budha, Hindu serta kaum islam adalah orang-orang yang islam. Karena tidak adanya kepasrahan diri kepada Tuhan tadi maka terjadilah kekacauan baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan lain sebagainya.</p>
<p align="justify">Dari  pengamatan saya, ternyata kebanyakan orang-orang yang beragama mengartikan agama itu seperti suatu “lembaga”. Manusia ingin menang sendiri, memaksakan kehendak, ingin hanya ideologinya atau prinsipnya yang diikuti, ingin “lembaga”nya berada paling atas atau ingin semua orang masuk dalam “lembaga”nya itu. JIka ada yang tidak sesuai dengan keyakinannya akan dimusuhi, diperangi dan dibantai. Inilah yang akan terjadi bila agama itu diartikan sebagai seperti suatu “lembaga”. Maka terbuktilah bahwa manusia itu hanya membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal Tuhan telah menjamin manusia disaat manusia hendak diciptakan (lihat QS.2:30).</p>
<p align="justify">Melihat beberapa kasus kekerasan antar dan intra-agama yang telah terjadi, maka saya takut untuk masuk kedalam salah satu “lembaga” agama yang ada. Mungkin beribu-ribu orang telah merasa demikian dan bisa jadi tidak akan ada lagi orang yang masuk kedalam “lembaga-lembaga” agama itu (Islam, Hindu, Kristen, Budha dan lain-lain). jika hal ini yang terjadi di khawatirkan akan timbul gejala ketakutan terhadap agama.</p>
<p align="justify">Di kutip dari: <a href="http://www.alamdin.wordpress.com/">www.alamdin.wordpress.com</a></p>
<p align="right">by: Marhamah Tanjung</p>
<p align="justify">NB: judul telah dimodifikasi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alamlib.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alamlib.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamlib.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamlib.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamlib.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamlib.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamlib.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamlib.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamlib.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamlib.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamlib.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamlib.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamlib.wordpress.com&blog=934667&post=6&subd=alamlib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamlib.wordpress.com/2007/05/30/kegelisahanl-gejala-ketakutan-terhadap-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37e76a4936d2153a31c292fde3daaa5c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">alamlib</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>