Archive for Diskusi

Orientasi Pluralisme Dalam Beragama

(Tanggapan Terhadap Tulisan Alamsyahruddin Pasaribu Tentang “Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragam)Jarik Sumut

Oleh: Ari Kurniawan

Sekarang kita memasuku era modern, diman segala persoalan manusia menjasi lebih komplek. Agama secara normative dan ideal ialah untuk mewujudkan perdamaian bagi kemanusiaan. namun ketika agama ditilik dari historisnya penuh dengan konflik, kebencian, pertikaian dan kekerasan seperti terdapat pada tulisan Kausar Azhari Noer dengan tema ”Menampilkan Agama Berwajah Ramah” menjadi refleksi kita bersama bahwa agama dijadikan legitimasi untuk sebagaian kelompok yang mengatasnamakan agama yang dianutnya untuk menghancurkan atau bahkan “menghilangkan” eksistensi agama yang tidak sesua dengan yang dipercayainya. Disini tidak dijelaskan secara rinci dari berbagai peperangan atau konflik yang terjadi dulu dan sekarang tetapi ingin mencari jalan tengah dan titik temu atau meminjam istilah Cak Nur dengan “Kalimat Sawa” dari agama-agama dunia (islam, Kristen, yahudi, Hindu dan lain-lain) untuk bisa berkaca bagi masa depan agama masing-masing.

dalam tulisan Alamsyahruddin memang ingin memberikan wacana bahwa claim of truth and salvation adalah tidak mutlak milik sebagian agama (islam). Bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk berfikir dan bertindak atau menurut Huston Smith bahwa keengganan manusia untuk menerima kebenaran dari yang lain adalah karena sikpa menutup diri yang ditimbulkan dari refleksi agnostic atau keengganan untuk tahu tentang kebenaran yang diperkirakan justru akan lebih tinggi nilainya dari apa yang sudah ada pada kita (lihat “Sudirman Tebba, KKP Paramadina “Orientasi Sufistik Cak Nur). Walaupun tekadang agak sulit tapi kita harus bisa membuka diri untuk menerima kebenaran dari agama lain.

… continue reading this entry.

Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragama

(Sebuah Masukan Terhadap Tulisan Saudara Alamsyahruddin Pasaribu)JarIK Sumut

Oleh: Rudi Hartono

Tulisan ini sengaja saya tujukan kepada saudara Alamsyahruddin Pasaribu yang cukup semangat dan brilian dalam tulisannya mengenai “Pluralisme: Membangun Sikap Beragama Dalam Kerukunan Umat Beragama”. Dimana dalam tulisan beliau mencoba membahas sebuah konsep Pluralisme yang kiranya dapat menumbuhkan sikap beragama dalam kerukunan umat beragama.

Sebenarnya berbicara tentang konsep pluralisme, sama halnya membicarakan tentang sebuah konsep ‘kemajemukan atau keberagaman”, dimana jikalau kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwasanya pluralisme itu merupakan suatu “kondisi masyarakat yang majemuk”. (Lihat Budy Munawar Rahcman dalam Islam Pluralisme). Kemajemukan disini dapat berarti kemajemukan dalam beragama, sosial dan budaya. namun yang sering menjadi issu terhangat berada pada kemajemukan beragama. Pada prinsipnya, konsep pluralisme ini timbul setelah adanya konsep toleransi. jadi ketika setiap individu mengaplikasikan konsep toleransi terhadap individu lainnya maka lahirlah pluralisme itu. Maka pertanyaan yang timbul sebagai bias dari statement diatas adalah apakah masyarakat telebih khusus yang ada di Negara Indonesia ini sudah menerapkan konsep toleransi dan konsep Pluralisme yang merata?

… continue reading this entry.

KEGELISAHAN : GEJALA KETAKUTAN TERHADAP AGAMA

Saya manusia yang mengakui dan percaya adanya Tuhan, karena tidak ada sesuatu apapun tanpa ada Penciptanya. Lalu saya ingin mencari bagaimana cara bersikap kepada Tuhan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Kemudian saya mendapatkan informasi bahwa agamalah solusinya yang akan mengajarkan itu semua. Namun, saya melihat suatu kejadian bahwa ketika seseorang atau saya masuk ke agama Kristen atau budha, atau hindu atau “yang lainnya” maka sebagian umat Islam menganggap kristen itu tidak benar dan sebaliknya ketika saya masuk agama Islam maka sebagian umat agama-agama lainpun menganggap bahwa agama Islam tidak benar. … continue reading this entry.

BERPIKIR LIBERAL (Rasional)-BERSIKAP TASAWUF

BERPIKIR LIBERAL (Rasional) BERSIKAP TASAWUF

Tepat pada tanggal 20 Mei 2007, kira-kira pukul 00:30 WIB saya (Alam) dan para senioran HIMMAH (Himpunan Mahasiswa ALwashliyah) bekumpul disebuah ruangan kecil dan timbullah suatu dialog antar kami sbb: … continue reading this entry.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.