Apa yang sedang terjadi di dalam diri umat islam Indonesia, akhir-akhir ini umat islam kembali digoncangkan oleh kalangannya sendiri, yang katanya sesat dan menyesatkan. Sehingga MUI bersama kawan-kawannya memperjuangkan apa yang mereka yakini bahwa yang dianggap mereka sesat pasti akan selalu sesat tidak ada ruang bagi mereka yang lain untuk mentransferkan dan mengimplementasikan ajarannya terhadap kehidupan individu dan masyarakat. Itulah salah satu keanehan umat islam.
Kedua, masalah Tuhan, Tuhan kalau kita artikan banyak definisinya. Menurut si A dan si B, berbeda mendefinisikan Tuhan, apa itu Tuhan, bagaimana itu Tuhan dan sebagainya. Nah, umat islam kalau Tuhan dalam definisi berbeda mereka terus mengatakan bahwa dia telah keluar dari islam, padahal sama-sama islam, tetapi kok bertengkar masalah Tuhan, apakah Tuhan menjadi masalah bagi manusia atau manusia yang mempermasalahkan Tuhan. Bukan itu yang ingin saya sampaikan. Yang ingin saya katakan bahwa manusia atau umat islam mencoba-coba mendefinisikan Tuhan, mengetahui kehendak Tuhan, mengerti Tuhan (sesat dan menyesatkan), seolah-olah Tuhan itu telah dikukungnya di dalam benaknya, Tuhan didalam ruangannya dan didalam waktunya, kapan dia berkeinginan maka sudah waktu dan tempatnya dia mengatakan sesat atau kafir. Apakah seperti itu, saya tidak tahu.