Archive for CATATAN ALAMSYAHRUDDIN PASARIBU (CAP)

Umat Islam Yang “Aneh”

Apa yang sedang terjadi di dalam diri umat islam Indonesia, akhir-akhir ini umat islam kembali digoncangkan oleh kalangannya sendiri, yang katanya sesat dan menyesatkan. Sehingga MUI bersama kawan-kawannya memperjuangkan apa yang mereka yakini bahwa yang dianggap mereka sesat pasti akan selalu sesat tidak ada ruang bagi mereka yang lain untuk mentransferkan dan mengimplementasikan ajarannya terhadap kehidupan individu dan masyarakat. Itulah salah satu keanehan umat islam.

Kedua, masalah Tuhan, Tuhan kalau kita artikan banyak definisinya. Menurut si A dan si B, berbeda mendefinisikan Tuhan, apa itu Tuhan, bagaimana itu Tuhan dan sebagainya. Nah, umat islam kalau Tuhan dalam definisi berbeda mereka terus mengatakan bahwa dia telah keluar dari islam, padahal sama-sama islam, tetapi kok bertengkar masalah Tuhan, apakah Tuhan menjadi masalah bagi manusia atau manusia yang mempermasalahkan Tuhan. Bukan itu yang ingin saya sampaikan. Yang ingin saya katakan bahwa manusia atau umat islam mencoba-coba mendefinisikan Tuhan, mengetahui kehendak Tuhan, mengerti Tuhan (sesat dan menyesatkan), seolah-olah Tuhan itu telah dikukungnya di dalam benaknya, Tuhan didalam ruangannya dan didalam waktunya, kapan dia berkeinginan maka sudah waktu dan tempatnya dia mengatakan sesat atau kafir. Apakah seperti itu, saya tidak tahu.

… continue reading this entry.

RENUNGAN: MENGAPA DAN UNTUK APA?

Berawal dari pernyataan seorang teman yang mengatakan bahwa segala sesuatu dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Tapi menurut saya tidak semua hal dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan, mungkin karena keterbatasan akal manusia. Contohnya tentang kehidupan disyurga. Katanya syurgalah tempat kehidupan kekal. Namun kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita disyurga apakah kita tetap melaksanakan sholat atau tidak, sebab bukankah didalam al-qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan? Jika disyurga nanti kita tidak mau sholat, bagaimana? Apakah amal perbuatan kita disyurga nanti akan diperhitungkan?

            Contoh lain adalah tentang Tuhan. Kita bias membuktikan adanya Tuhan yaitu lewat penciptan-Nya. Namun, timbul pertanyaan dibenak saya: mengapa mengapa ada dan untuk apa ada Tuhan? Sampai saat ini, saya belum menemukan jawabannya. Jika tidak ada penciptaan-Nya apakah Tuhan tetap ada? Beberapa orang yang telah saya Tanya menjawab bahwa: walaupun tidak ada yang diciptakan Tuhan, Tuhan tetap ada. Lalu saya bertanya lagi, jika Tuhan ada walaupun tanpa penciptaan maka mengapa ada Tuhan atau untuk apa ada Tuhan?

“Memeluk” Agama atau “Dipeluk” Agama

Terkadang saya berpikir dan mempertanyakan sikap keberagamaan sendiri, apakah saya sudah menghayati dan memahami tentang agama saya (islam) atau saya terhayati oleh pemahaman orang lain tentang islam. Atau bagaimana sikap keberagamaan saya apakah secara kreatif-inovatif atau pasif dan stagnatif. dengan kata lain apakah saya telah mampu memberikan warna dalam kehidupanku tentang agama saya sendiri, sehingga saya memiliki persepsi sendiri tentang agama saya sendir atau saya telah diwarnai oleh orang lain tentang pemahamannya tentang agama islam, sehingga saya terpengaruh terhadap pemahamannya yang pada akhirnya saya bersikap taqlid buta terhadap agama islam sendiri-seperti yang dipahami oleh orang lain. kalau seperti inilah sikap beragama saya(taqlid buta) maka saya telah “dipeluk” oleh agama, karena saya tak mampu bebas dalam memberikan warna kehidupan.

saya harus memilih apakah saya “memeluk” agama atau “dipeluk” oleh agama?. oh….tidak saya harus “memeluk” agama untuk itu berikan saya kebebasan dalam memahami agama saya sendiri, saya harus mampu memberikan warna kehidupan pada agama sehingga saya dapat menghayati dan memahami makna beragama. itulah makna hidup saya dalam beragama.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.